
Horokk - Keluarga korban mutilasi, Diana Sari kembali mengunjungi Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Senin (7/7/2014) lalu.
Sekitar pukul 10.30 Wita mereka sampai di pelataran Forensik.
M Gazhali, paman Diana Sari, menuturkan, keperluan mereka datang kembali ke Denpasar adalah untuk menjemput jenazah keponakannya.
Sesuai penuturan Gazhali, pihak kepolisian sudah menghubunginya bahwa hasil tes DNA sudah keluar, Sabtu (5/7) lalu. Dan hasilnya, Asikin dan Sahni memang benar orangtua Diana Sari.
“Sabtu kemarin itu pihak kepolisian sudah menghubungi kami. Bahwa DNA hasilnya sudah keluar. Dan memang benar kami adalah keluarga Diana Sari,” ujar Gazhali.
Pernyataan Gazhali mengenai kecocokan tes DNA ini dibenarkan oleh dr Ida Bagus Putu Alit, Kepala SMF Forensik RSUP Sanglah.
“Kami sudah memeriksa 16 jaringan. Dan teridentifikasi semuanya match. Cocok. DNA dari potongan tubuh ini, setengah dari ayah, setengah ibu. Jadi, memang benar orangtua ini adalah orangtua Diana Sari,” papar Alit.
“DNA ini terutama terungkap dari kelingking korban,” lanjut Alit.
Ada enam orang yang kemarin bermaksud menjemput jenazah Diana Sari.
Mereka adalah Asikin, ayah kandung korban, Gazhali, paman, Hendrik dan Amaq Jono, paman dari Asikin, serta Amaq Riawan, kepala dusun Landah, tempat tinggal mereka.
Mereka berangkat dari Lombok, Minggu (6/7), sekitar pukul 8 malam, dengan naik bus. Kemudian dijemput oleh tim kepolisian dari pelabuhan Padang Bai.
“Semoga jenazah bisa kami bawa pulang hari ini juga. Jadi, diperkirakan jenazah sudah sampai di sana besok jam 7 pagi. Keluarga sudah menunggu. Sebab kalau berangkat besok, sampai di Lombok dua hari lagi. Kan ada pesta demokrasi tuh, pasti ramai,” papar Gazhali.
RSS Feed
Twitter
03.27
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar